Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Wal-Mart (Penjualan Sehari= 10 Trilliun Rupiah)


Wallmart : Penjualan Sehari > PDB 36 Negara
“pujian itu gratis namun bisa menghasilkan laba berlipat ganda”, Sam Walton / Pendiri WalMart

Wallmart adalah saah satu perusahaan terbesar di dunia dan jelas peritel terbesar di dunia. Pada tahun 2007, mereka tercatat
memiliki 1,9 juta Tenaga Pegawai di Seluruh Dunia, menjadikannya sebagai salah satu perusahaan terbesar di dunia.

Penjualan wallmart dalam 1 (satu) hari melebihi PDB (pendapatan domestik bruto) dari 36 negara
. Wall mart menjual apa saja, dari makanan, bahan makanan, dvd, tv, eletronik, komputer, gadget, dari peralatan rumah tangga HINGGA SENJATA API.

TOTAL KERUGIAN karena PENGUTILAN (pencurian) lebih besar daripada laba yang diraih olh PORSCHE
. Wall mart adalah mitra dagang China yang ke-delapan. Para ekonom mengatakan harga – harga walmart yang murah adalah alasan kenapa Amerika bisa mengendalikan inflasi tetap rendah.
NAMUN, tidak seperti Banyak perusahaan DotCom (IT, misalnya Yahoo, Google, Facebook, Kaskus juga), yang membuat pendirinya menjadi milider dalam waktu yang relatif singkat, Sam walton, pendiri Walmart Membuka toko ke-2 nya setelah 7 tahun, dan setelah 25 tahun baru membuka 38 Toko. Mr. Sam / Sam Walton, tidak seperti miliader yang lain, merupakan seorang yang menikmati status tidak dikenalnya, dan menikmati mengadakan piknik bagi karyawannya di depan rumahnya, datang pagi – pagi dan minum teh di belakang toko seperti karyawan biasa.

Di balik tampilannya yang seperti itu, walmar merupakan inovator dalam teknologi,
Sistem komputer walmart adalah yang KEDUA terbesar di Amerika Setelah Pentagon (bayagin aja sistem komputer mereka).
Saat ini WalMart mengoperasikan sekitar 6400 Toko secara global dan pada tahun 2007 penjualan global Walmart adalah 384 MILIAR DOLLAR. Atau Dengan KURS Rp. 10 Ribu per dollar sama dengan 3.840 TRILIUN (DIBACA TIGA RIBU DELAPAN RATUS EMPAT PULUH TRILIUN RUPIAH)

Atau jika dibagi 365 Hari maka seharaui > 10 TRILIUN Rupiah


Coba Kita Bandingkan.

Penjualan MATAHARI Tahun 2008 adalah SEKITAR (perkiraan) 12 TRILIUN Rupiah, Berarti penjualan WalMart = Lebih Dari 300x Penjualan Matahari

Kapitalisasi Bursa Efek Indonesia Saat Ini berkisar RP. 1000 Triliun Rupiah, berarti
Penjualan Wall Mart Hampir 4x Lebih besar daripada seluruh Bursa Efek Indonesia..

Penjualan WalMart Lebih dari 2x HUTANG INDONESIA
Anda Bisa Bayangkan Besarnya WalMart???


Bahkan beberapa perusahaan pemasok yang memasok barangnya ke WalMart sebelum membuat sebuah produk baru, beronsultasi dahulu dengan bagian pejualan WalMart..

Barang2 di walmart ada lah 90% made in china. Jadi negara china juga dapet bagian dari sukses nya walmart....  

SEJARAH bisnis Wal-Mart Inc tidak lepas dari kejeniusan Sam Walton. Sebab, di tangan alumnus Universitas Missouri, Columbia, inilah gurita ritel global betul-betul meraksasa.

Bermula dari pengalamannya bekerja bertahun-tahun pada perusahaan ritel Sears Robuck dan JC Penney, Walton memulai langkah bisnisnya. Dia membeli sebuah waralaba dan penyewaan di kawasan Pelabuhan Ben Franklin, Arkansas, yakni jaringan penjualan dari peritel lokal Butler Brother pada 1945.


Hanya butuh tiga tahun, Walton mampu meningkatkan penjualan tahunan dari USD80.000 menjadi USD- 225.000. Naluri bisnis yang jenius telah memotivasi Walton untuk semakin mengembangkan jaringan bisnisnya. Hal itu dilakukannya saat membeli pusat perbelanjaan milik peritel Luther E Harrison di kawasan Bentonville, Arkansas, lima tahun kemudian (1950).


Sejak itulah, Walton mulai menamai jaringan pusat perbelanjaannya dengan sebutan Walton's 5&10. Sebagai pebisnis berbakat, Walton betul-betul mampu membuktikan kapasitasnya dalam mengambil putusan bisnis yang menentukan. Dengan begitu, Walton dapat meningkatkan daya ekspansi roda bisnisnya.Hal ini dibuktikan Walton ketika tepat pada 1962, mampu mendirikan 11 jejaring bisnis ritelnya.


Jumlah jejaring bisnisnya semakin bertambah pada 1967, yakni menjadi 24 pusat perbelanjaan di seluruh negara bagian Arkansas. Perluasan ini menyumbangkan tingkat penjualan tahunan Walton's 5&10 menjadi USD12,6 juta. Untuk lebih memperkuat citra jejaring bisnisnya, Walton mengubah nama Walton's 5&10 menjadi Wal-Mart pada 1967.


Perubahan ini tidak terlepas dari peran Bob Gogle, sang tangan kanan kepercayaan Walton dalam menjalankan bisnis ritelnya. Gogle mengusulkan penamaan dengan keyakinan bahwa ritel Walton akan mampu menjadi jaringan bisnis ritel yang kukuh. Ekspansi bisnis Walton semakin masif ketika pada 1968, Wal-Mart memperluas jejaring bisnisnya di luar wilayah negara bagian Arkansas, yakni Sikeston, Missouri, dan Claremore dalam wilayah negara bagian Oklahoma.


Ekspansi ini menambah jejaring bisnis pusat perbelanjaannya hingga 78 pusat perbelanjaan terhitung tahun 1974. Perkembangan teknologi selanjutnya cukup membantu perluasan bisnis Wal-Mart. Sebab dengan komputerisasi di berbagai pusat perbelanjaannya, tingkat penjualan Wal-Mart naik dari USD167,5 juta menjadi USD479 juta.


Selain itu, jumlah pusat perbelanjaannya juga bertambah banyak menjadi 153 buah. Bahkan, jumlahnya terus melonjak pesat menjadi 330 pusat belanja dengan tingkat penjualan USD1,2 miliar pada 1980. Lonjakan jumlah pusat perbelanjaan Wal-Mart meningkat lebih pesat lagi pada 1985 dan 1990.


Pada masingmasing tahun, pusat perbelanjaan Wal-Mart tercatat mencapai 1.114 pusat perbelanjaan dengan nilai penjualan USD6,4 miliar dan 1.528 pusat pertokoan dengan nilai penjualan USD25,8 miliar. Namun,sejarah bisnis Wal- Mart tidak selalu bertumpu pada sistem pertumbuhan organik,sebab langkah bisnis nonorganik seperti mengakuisisi menjadi bagian sejarah pertumbuhannya.


Langkah ini misalnya, dilakukan pertama kali oleh Wal-Mart ketika mengakuisisi jejaring perbelanjaan ritel Mohr- Value yang berlokasi di kawasan Michigan dan Illinois. Setahun kemudian, perusahaan ritel Hutcheson Shoe Company juga diakuisisinya. Kebijakan akuisisi terus dijalankan Wal-Mart seiring ekspansi secara organik.


Pada tahun 1980 misalnya, Wal-Mart kembali mengakuisisi Kuhn's Big K, yang memiliki 92 pusat perbelanjaan di dua negara bagian,Georgia dan South Carolina. Namun pada saat yang sama, Wal- Mart juga berekspansi ke pasar Florida dan Nebraska.


Selainitu,selainmenyediakan barang-barang kebutuhan pokok konsumen,Wal-Mart juga telah melakukan berbagai inovasi penyediaan produk- produk kebutuhan pokok konsumen. Pada 1978 misalnya, Wal-Mart membidik pasar penjualan obat-obatan, pusat layanan mobil, dan barangbarang perhiasan.


Inovasi ini terus berlanjut ketika Wal-Mart juga untuk pertama kalinya memperkenalkan konsep Wal-Mart Supercenter di Washington, Missouri. Konsep ini memadukan antara layanan belanja berdiskon, pusat penjualan bahan bakar minyak, pusat optik, studio lukis, pemotretan, layanan perbankan, telepon seluler, salon perawatan rambut dan kuku, penyewaan video film, bahkan layanan gerai makanan ringan.


Pertumbuhan Wal-Mart makin hari makin luar biasa. Pada 1989, Wal-Mart telah cukup mendominasi pasar penjualan kebutuhan konsumen di hampir 26 negara bagian AS, termasuk Michigan, West Virginia, dan Wyoming. Bahkan menginjak 1990,Wal- Mart juga merangsek pasar California,Nevada,North Dakota, Pennsylvania,South Dakota, dan Utah. Pasar luar negeri juga dibidik Wal-Mart.


Dimulai dengan dimasukinya pasar Mexico dengan membuka pertokoan Wal-Mart di kawasan Mexico City pada 1991. Hal ini terus berlanjut dengan dibukanya pertokoan Wal-Mart di Hong Kong dan Kanada pada 1994. Bahkan, untuk mengukuhkan jejaring bisnisnya, Wal-Mart mengakuisisi 122 pertokoan Woolco dan PACE yang memiliki 91 gudang penyimpanan barang dari Kmart di Kanada.


Ekspansi bisnis ke luar negeri semakin intensif dilakukan Wal-Mart.Pada 1995,Wal- Mart kembali membuka jaring pertokoannya di negara Argentina dan Brasil. Begitu juga di Asia dengan membentuk perusahaan patungan dengan perusahaan ritel lokal pada 1998, setelah dua tahun sebelumnya Wal-Mart gagal memasuki pasar ritel Korea akibat ketatnya persaingan sesama perusahaan ritel.


Bahkan ketika memasuki Inggris pada 1999,Wal-Mart cukup luar biasa untuk segera menguasai pasar dengan mengakuisisi ASDA Group Plc yang memiliki 229 pusat perbelanjaan. Pelan tapi pasti, dengan kinerja bisnis yang luar biasa, Wal-Mart terus merangkak menjadi perusahaan yang benar-benar menggurita.


Pengakuan atas dominasinya terus mengalir dari berbagai institusi, bahkan para kompetitornya sendiri. Pada tahun 2005 misalnya, majalah pemeringkat Fortune menempatkan Wal- Mart dalam posisi kelima dari seluruh perusahaan terkemuka global.


Bahkan pada 2003-2004, berturutturut Wal-Mart menempati posisi teratas dari seluruh perusahaan di AS yang ratarata memiliki pasar luas di seluruh dunia.

Sumber: http://kerzt.com/2009/03/16/wall-mart-penjualan-sehari-pdb-36-negara/
Read More..

Tak Ada Bisnis Tanpa Resiko


Bagaimana kalau anda seorang perbisnis yang sukses dan ada orang yang melontarkan pertanyaan seperti ini kepada anda :

"Pak bisnis apa yang bagus saat ini? Yang resikonya kecil tapi untungnya besar".Saya tidak mau ketemu makhluk yang namanya RISIKO."

pasti ada banyak jawaban untuk pertanyaan diatas ..
mungkin tanpa kita sadari sesungguhnya kita hidup dikelilingi oleh risiko, setiap hari, setiap saat. Masa sih...? Coba perhatikan. Dari rumah pergi ke kantor naik mobil, risikonya kecelakaan, masuk rumah sakit bahkan mati. Naik pesawat terbang, enteng saja kita naiknya. Padahal risikonya jatuh, terus mati. Apakah ada di antara kita yang mempunyai motivasi seperti itu, mau bisnis tapi ndak mau resikonya.

Yang risikonya mati saja kita berani, sekarang berbisnis yang risikonya cuma kehilangan uang, bahkan dapat cashback, bukan nyawa kok kita tidak berani? Kan lucu! Lebih lucu lagi, bahkan mungkin ada bisnis yang tidak ada risikonya pun ada yang masih tidak berani..


"Seorang entrepreneur sukses bukanlah orang yang berani mengambil resiko saja. Tapi mereka juga harus bisa mengelola segala resiko menjadi sebuah peluang baru yang menguntungkan."
  

Bagaimana cara mengatasi resiko bisnis? Berikut langkah-langkah yang perlu Anda perhatikan, untuk mengurangi resiko. 

1. Melakukan Riset
Sebelum memulai usaha, sebaiknya kita melakukan riset mengenai hambatan-hambatan yang dimungkinkan muncul ditengah perjalanan usaha. Dengan begitu kita dapat menyiapkan strategi sedini mungkin, untuk mengantisipasi hambatan yang dimungkinkan ada. Misalnya saja resiko persaingan bisnis yang dimungkinkan semakin meningkat.
dianjurkan : Pilihlah peluang bisnis sesuai dengan skill dan minat yang kita miliki, jangan sampai kita memulai usaha hanya karena ikut-ikutan trend yang ada. Dengan memulai usaha sesuai dengan skill dan minat, setidaknya kita memiliki bekal pengetahuan dan keahlian untuk mengurangi dan mengatasi segala resiko yang muncul di tengah perjalanan kita.

2. Carilah Referensi-referensi Kunci Sukses dalam Berbisnis
Carilah informasi mengenai kunci kesuksesan bisnis . Hal tersebut bisa membantu kita untuk menentukan langkah-langkah apa saja yang bisa membuat usaha kita berkembang, dan langkah apa saja yang tidak perlu dilakukan untuk mengurangi munculnya resiko yang tidak diinginkan.
 

3. Berfikir Bijak Tentang Resiko
Sesuaikan besar modal usaha yang Anda miliki dengan resiko usaha yang Anda ambil. Jangan terlalu memaksakan diri untuk mengambil peluang usaha yang beresiko besar, jika modal usaha yang Anda miliki juga masih terbatas.

4. Keteguhan Hati dan Kreatifitas
Kesuksesan bisnis bisa dibangun dengan adanya keteguhan hati yang didukung kreatifitas. Dengan keteguhan hati dalam mencapai kesuksesan serta kreatifitas untuk mengembangkan usaha dengan ide-ide baru. Maka segala resiko yang muncul bisa kita atasi dengan baik.

5. Cari Informasi Tentang Prospek Bisnis yang Kita Jalani
Cari informasi tentang prospek bisnis tersebut sebelum mengambil sebuah resiko. Saat ini banyak peluang usaha yang tiba-tiba booming, namun prospek bisnisnya tidak bisa bertahan lama. Hanya dalam hitungan bulan saja, bisnis tersebut surut seiring dengan bergantinya trend pasar. Sebaiknya kita menghindari jenis peluang usaha seperti itu, karena resikonya cukup besar.

6. Lihat Tingkat Kebutuhan Konsumen
Ketahui seberapa besar tingkat kebutuhan masyarakat akan produk kita. Semakin besar tingkat kebutuhan konsumen akan sebuah produk, maka akan memperkecil resiko bisnis tersebut. Setidaknya resiko dalam memasarkan produk.


Dari point-point diatas, bisa diambil kesimpulan bahwa semua resiko bisnis bisa diatasi dengan kejelian, ketekunan dan kreatifitas kita. Oleh karena itu, tingkatkan kemampuan dan pengetahuan kita dalam menjalankan usaha. Agar segala resiko yang muncul ditengah perjalanan, tidak sampai merugikan bisnis kita.

Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=12076429
Read More..

Tips Memulai Bisnis Franchise (Waralaba)


Perkembangan minat masyarakat terhadap investasi dibidang bisnis, secara tidak langsung mendorong pertumbuhan franchise yang ada di Indonesia juga semakin meningkat. Beragam jenis penawaran investasi melalui kemitraan (franchise) mendapatkan respon yang cukup baik dari para calon investor. Hal ini dibuktikan dengan menjamurnya berbagai macam produk maupun jasa di pasaran yang saat ini lebih banyak ditawarkan dengan sistem franchise.

Menjalankan bisnis franchise memang sangat menggiurkan. Selain keuntungan yang dijanjikan cukup besar, peluang bisnis franchise dikembangkan dengan manajemen yang benar-benar matang. Sehingga sebagai peluang bisnis, franchise memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan bisnis non kemitraan. Beberapa keunggulan pola kemitraan diantaranya masalah permodalan yang cukup jelas, dukungan sistem dan manajemen yang sudah mantap, serta dukungan media pemasaran yang juga tak kalah menarik. Tidaklah heran bila saat ini banyak calon investor yang tertarik menjalankan bisnis franchise, karena pada dasarnya franchise menjadi salah satu alternatif bagi para pemula untuk memulai bisnis dengan mudah.

Meskipun demikian untuk bisa sukses menjalankan bisnis franchise tidaklah semudah yang kita bayangkan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan para pelaku usaha baik yang menawarkan sistem kemitraan (franchisor), calon investor, maupun franchisee (yang membeli kemitraan) sebelum mereka menjalankan usaha. Apa saja persiapan yang perlu diperhatikan? Berikut kami sampaikan tips memulai bisnis franchise, semoga dapat menambah informasi dan menjadi tambahan pengetahuan Anda sebelum terjun kedalam bisnis tersebut kedepannya.


Pertama, siapkan diri Anda untuk menjadi seorang entrepreneur. Sebelum menjadi seorang franchisor, calon investor, maupun franchisee, sebaiknya ubahlah pola pikir Anda yang sebelumnya terbiasa menjadi seorang karyawan, beralih ke mindset (pola pikir) seorang entrepreneur yang berani mengambil tantangan sebagai peluang. Siapkah Anda menjadi seorang wirausaha?

Kedua, pelajari segala peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan franchise sebelum Anda membuka kemitraan atau bergabung dengan kemitraan yang ditawarkan franchisor. Sebut saja Peraturan Pemerintah RI No.42 Tahun 2007 yang berisi tentang 6 kriteria bisnis franchise atau waralaba beserta persyaratan dalam membuat prospektus penawarannya.

Ketiga, tingkatkan kemampuan Anda untuk berinteraksi dan membina hubungan baik dengan banyak orang. Menjadi seorang pengusaha menuntut Anda untuk selalu berkomunikasi dan bernegosiasi dengan berbagai pihak. Misalnya saja ketika mendelegasikan tugas kepada karyawan, membangun jaringan bisnis dengan calon investor, atau berkomunikasi langsung dengan para supplier dan konsumen.

Keempat, siapkan modal usaha yang cukup. Menjadi seorang franchisor maupun franchisee tentunya membutuhkan modal usaha yang cukup besar. Tidak hanya modal awal untuk memulai usaha saja yang perlu disiapkan, namun setidaknya Anda memiliki dana cadangan untuk mencukupi biaya operasional selama perjalanan usaha. Sebab, sebagian besar franchisor dan franchisee yang mengalami kegagalan adalah mereka yang kekurangan modal ketika berada di tengah perjalanan bisnisnya.

Kelima, jadilah orang yang ahli sebelum akhirnya menjalankan franchise. Saat ini banyak franchisor dan franchisee yang menjalankan bisnis franchise dengan sistem coba-coba, dan bisa dipastikan hasilnya pun tidak dapat optimal. Sehingga tidak sedikit jumlah franchisor dan franchisee yang akhirnya menutup usahanya, karena belum siap menghadapi segala hambatan yang muncul di tengah perjalanan usaha.  


Sukses menjalankan bisnis franchise tentunya menjadi impian bagi semua franchisor maupun franchisee. Karena itu sebelum terjun di bisnis franchise, sebaiknya bekali diri Anda dengan beberapa persiapan yang telah kita bahas. Semoga tips bisnis untuk pekan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Selamat berkarya dan salam sukses.

Sumber: http://bisnisukm.com/tips-memulai-bisnis-franchise.html
Read More..

10 Tips Memulai Bisnis

Banyak literatur dan ahli bisnis yang mengingatkan bahwa modal uang bukanlah hal utama yang penting dalam memulai usaha. Namun sebuah tips dari www.smallbusiness.findlaw.com justru menempatkan masalah permodalan dalam bentuk uang pada tingkatan pertama yang harus diperhatikan dalam memulai dan menjalankan bisnis kecil. Berikut tips yang diberikan:

1. Simpan uang sebanyak mungkin sebelum memulai bisnis 
Terlalu sering, orang-orang masuk ke bisnis tanpa banyak simpanan secara eksklusif menggunakan pinjaman uang dari teman, bank. Mereka mengecualikan kesanggupan memulai pembayaran kembali pinjaman jalan yang benar dengan keuntungan mereka. Apakah pemilik bisnis ini tidak menyadari bahwa hal tersebut dapat mengambil berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk mendapatkan keuntungan. Dan sekali ketika pemberi pinjaman menemukan sebuah bisnis tidak seberuntung yang diharapkan, ia mungkin akan meragukan pinjaman atau menolak untuk memperbaharui pinjaman untuk tahun lainnya. Sering pemilik bisnis baru kemudian harus mengambil pinjaman home equity atau menggunakan kartu kredit untuk membayar pinjaman mereka. Sebuah rencana lebih baik menyimpan sebanyak mungkin kebutuhan investasi uang, termasuk biaya hidup untuk tahun pertama usaha atau bahkan dua tahun. Rintangannya adalah bahwa bisnis Anda tidak akan dapat untung dalam satu atau dua tahun. Sekalipun Anda mendapatkan banyak dari bisnis yang datang dan pelanggan Anda membayar tepat waktu, dimana tidak selalu sesuatu yang meyakinkan, Anda akan ingin dapat menginvestasikan paling banyak uang Anda kembali ke dalam ruang bisnis, perlengkapan, iklan dan kebutuhan asuransi.

2. Berpikir sederhana
Jangan menyewa tempat jika Anda dapat bekerja di tempat lainnya, dan jangan meng-hire karyawan hingga Anda dapat membuat mereka sibuk. Orang yang memulai bisnis kecil mereka dengan murah, sering dalam sebuah garasi, ruang kecil atau mencari-cari beberapa ruang lain, dan menciptakan barang atau jasa pertama mereka dengan lebih berkeringat dari uang, memiliki kemewahan dari membuat calon kesalahan yang tidak dapat dihindarkan pada skala kecil. Dan dengan tepat karena memutar dengan cepat di awal jangan mengubur mereka dalam utang karena biasanya dapat mempelajari dan memulihkan dari mereka.

3. Lindungi aset pribadi Anda 
Ketika Anda masuk dalam bisnis untuk diri Anda sendiri, Anda biasanya secara pribadi dapat dikenakan untuk semua pertimbangan dan utang untuk membuat bisnis. Termasuk pinjaman bisnis, pajak, utang uang kepada supplier dan tuan tanah, dan beberapa pertimbangan melawan terhadap bisnis sebagai hasil tuntutan perkara. Jika Anda tidak melindungi diri Anda sendiri, seorang kreditur dapat berusaha pada aset pribadi Anda, seperti mobil dan rumah Anda, untuk membayar utang tersebut. Ketika Anda dapat melindungi diri sendiri melawan tuntutan perkara dengan membeli kewajiban asuransi, ini tidak akan membantu Anda dengan utang bisnis. Jika Anda akan menjalankan utang besar, pertimbangkan bentuk sebuah perusahaan atau limited liability company. Hanya satu orang dapat membentuk tipe bisnis ini.

4. Mengerti bagaimana dan jika Anda akan membuat sebuah keuntungan 
Anda seharusnya dapat menyatakan dalamhanya beberapa kalimat bagaimana rencana bisnis Anda untuk membuat sebuah keuntungan substantial. Untuk pemula, Anda butuh untuk mengetaui biaya Anda, Bagaimana banyak Anda kan menghabiskan persediaan pembelian, membayar sewa, kompensasi karyawan, dan mencakup apa mungkin menjadi sesuatu dengan aneh daftar panjang biaya lainnya. Kemudian Anda dapat memperhitungkan secara tepat bagaimana banyak Anda membutuhkan untuk menjual setiap bulan atau bagaimana banyak uang untuk mencakup pengeluaran tersebut dan memiliki keuntungan cukup disampingnya. Angka-angka ini adalah semua yang Anda butuhkan untuk menciptakan analisis break event.

5. Buat rencana bisnis, tidak masalah seberapa pendek 
Memahami angka-angka keberuntungan dan menciptakan sebuah analisis break even adalah langkah pertama dalam membuat rencana bisnis. Untuk perusahaan kecil, porsi kunci dari rencana bisnis adalah analisis break even, peramalan untung rugi, dan proyeksi cash flow. Sekalipun bisnis Anda besar dari pekerjaan atau menjual produk, jika Anda tidak mendapatkan bayaran dalam 90-180 hari, Anda tidak akan bertahan meskipun Anda telah merencanakannya. Dengan cash flow di tempatnya, sebaik sebuah peramalan untung rugi, Anda dapat bekerja dengan ide bisnis Anda dan meningkatkannya sebelum dimulai, dan melanjutkan untuk menggunakannya setelah dimulai.Menciptakan sebuah rencana bisnis juga mengijinkan Anda untuk menentukan biaya dimulainya proyek dan apa strategi pemasaran. Jika Anda tidak dapat membuat angka-angka bekerja pada kertas, Anda tidak akan dapat membuat mereka bekerja dalam kehidupan yang nyata.

6. Dapatkan dan jaga sebuah bingkai kompetitif 
Membangun sebuah bingkai kompetitif ke dalam pabrik bisnis Anda adalah secara krusial penting untuk kesuksesan jangka panjang. Beberapa cara untuk mendapatkan bingkai ini adalah dengan mengetahui lebih dari kompetitor, membuat produk yang sulit atau tidak mungkin untuk ditiru. menjadi dapat untuk menghasilkan dan mendistribusikan produk dengan lebih efisien, memiliki lokasi lebih baik, atau menawarkan customer service superior Satu cara menunggu untuk bingkai kompetitif Anda adalah untuk melindungi rahasia perdagangan Anda-informasi rahasia yang memberikan keuntungan kompetitif dalam pasar. Contoh rahasia perdagangan termasuk daftar pelanggan, metode survei, strategi pemasaran, dan teknik manufaktur. Langkah lain untuk menjaga bingkai kompetitif adalah bereaksi secara cepat terhadap berita buruk. Sekali Anda melihat bahwa bisnis Anda menghadapi beberapa jenis kekurangbaikan, Anda butuh untuk datang dengan sebuah rencana untuk sepakat dengan segera. Termasuk didalamnya memindahkan kantor, memperkenalkan produk atau jasa baru, ataumengembangkan sebuah jalan lebih baik untuk mendapatkan pelanggan.

7. Tuangkan semua persetujuan dalam bentuk tulisan 
Hukum di negara mensyaratkan Anda untuk memiliki beberapa kontrak dan persetujuan dalam tulisan. Sekalipun tidak disyaratkan secara legal, adalah bijaksana meletakkan hampir semua dalam tulisan, karena persetujuan oral dapat sulit dan tidak mungkin untuk dibuktikan. Termasuk di dalamnya perjanjian rental, perjanjian storage, kontrak untuk layanan, surat penawaran pekerja, order pembelian dan sebagainya

8. Hire dan jaga orang-orang yang bagus 
Tujuan Anda seharusnya meng-hire dan mempertahankan dengan sungguh-sungguh karyawan yang ulung, tidak hanya dengan alasan yang kompeten. Seorang yang berkompeten tinggi dan karyawan yang sungguh anstusias paling tidak dua dan kadang-kadang tiga kali seberharga seorang berkeahlian rata-rata. Untuk menciptakan sebuah kekuatan pekerja yang stabil dan senang, penting tidak hanya karyawan Anda percaya diperlakukan secara fair, tetapi bisnis Anda respect. Karyawan dan kontraktor yang suka pekerjaan mereka akan menghadirkan kepada Anda yang baik dalam dan di luar pekerjaan. Dan pelanggan akan lebih mungkin sekali menjadi loyal dan merekomdasikan kepada teman mereka.

9. Ambil perhatian status hukum karyawan 
Ketika Anda meng-hire pekerja sebagai kontraktor independen, yakinkan mereka seharusnya tidak seharusnya sungguh dikenakan pajak sebagai karyawan. Satu cara untuk membantu menghindari masalah adalah dengan memiliki kontrak tertulis yang ditandatangani pekerja. Ketika meng-hire karyawan, karyawan menandatangani surat penawaran kerja yang membuat clear hubungan pekerjaan yang akan dijalani.Kecuali pada level eksekutif, Anda tidak seharusnya memiliki karyawan menandatangani kontrak pekerjaan—ini dapat membatasi kemampuan Anda untuk mengubah kondisi pekerjaan sebagaimana kebutuhan perubahan bisnis dan subjek tandar hukum yang lebih tinggi.

10. Bayarkan tagihan Anda lebih awal 
Dalam dunia nyata, dimana sebuah reputasi untuk menjaga satu kata adalah aset penting yang besar, strategi baik adalah satu dari dua membayar tagihan di depan atau membayar lebih awal, Anda mendapatkan kepercayaan, membangun sebuah profil kredit yang positif.

Read More..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...